Organ hati memproduksi kolesterol yang dibutuhkan tubuh dan kemudian melepasnya ke dalam aliran darah. Hal tersebut akan terpantau pada kadar kolesterol normal. Namun hati akan memproduksi lebih banyak kolesterol saat kita banyak mengonsumsi makanan yang banyak mengandung lemak jenuh dan lemak trans. Kelebihan - kelebihan kolesterol dan lemak tersebut mengalami perikatan dengan turunan karbohidrat (glycation/gula). Kemampuan glycation atau karamel gula ini adalah mengikat komponen - komponen dalam tubuh.
Pelajari juga tentang: Apa itu Kolesterol?
Aneka lemak dan kolesterol yang terikat oleh karamel gula inilah yang menyebabkan pembentukan plak. Plak - plak yang dibiarkan terlalu lama akan menghambat sirkulasi darah. Setelah berhari - hari, berbulan-bulan, hingga bertahun-tahun, kondisi plak tersebut makin menebal dan meluas. Dengan begitu, pembuluh darah akan tersumbat dan membuat aliran darah tidak lancar. Kondisi ini dapat menyebabkan terjadinya serangan jantung, stroke, atau masalah serius lainnya. Pembuluh darah tersumbat dekat jantung, akan mengebabkan serangan jantung koroner. Pembuluh darah tersumbat ke arah otak akan membuat aliran darah ke otak pecah. Kalau pecah yang kanan, akan menjadi stroke. Sedang kalau pecah yang kiri, tubuh jadi lumpuh. Kalau yang tengah, akan menyebabkan kematian. Bila sudah demikian maka tidak mungkin lagi kadar kolesterol normal tercapai. Jadi masalah sebenarnya bukan kolesterol, tetapi yang mengikat kolesterol, yang mengoksidasi kolesterol.
Beberapa hasil yang ditunjukkan pada pemeriksaan kadar kolesterol adalah jumlah kolesterol total yang ada dalam tubuh, LDL kolesterol, HDL kolesterol, dan trigliserida. Kolesterol total menunjukkan jumlah kolesterol LDL, kolesterol LDL, trigliserida, dan komponen lipid lainnya. Sedangkan, trigliserida merupakan jumlah lemak dalam darah yang diperoleh dari makanan yang kita makan. Kelebihan kalori, alkohol, dan gula dalam tubuh akan diubah menjadi trigliserida dan disimpan dalam sel lemak di tubuh. Kadar trigliserida yang tinggi dalam tubuh dapat menempatkan kita pada risiko yang tinggi terhadap penyakit jantung.
Pelajari juga tentang: Apa itu Kolesterol?
Aneka lemak dan kolesterol yang terikat oleh karamel gula inilah yang menyebabkan pembentukan plak. Plak - plak yang dibiarkan terlalu lama akan menghambat sirkulasi darah. Setelah berhari - hari, berbulan-bulan, hingga bertahun-tahun, kondisi plak tersebut makin menebal dan meluas. Dengan begitu, pembuluh darah akan tersumbat dan membuat aliran darah tidak lancar. Kondisi ini dapat menyebabkan terjadinya serangan jantung, stroke, atau masalah serius lainnya. Pembuluh darah tersumbat dekat jantung, akan mengebabkan serangan jantung koroner. Pembuluh darah tersumbat ke arah otak akan membuat aliran darah ke otak pecah. Kalau pecah yang kanan, akan menjadi stroke. Sedang kalau pecah yang kiri, tubuh jadi lumpuh. Kalau yang tengah, akan menyebabkan kematian. Bila sudah demikian maka tidak mungkin lagi kadar kolesterol normal tercapai. Jadi masalah sebenarnya bukan kolesterol, tetapi yang mengikat kolesterol, yang mengoksidasi kolesterol.
Berapa Kadar Kolesterol Normal?
Tingkat kadar kolesterol setiap orang berbeda-beda, tergantung pada apa yang dikonsumsinya, tergantung pola makannya. Selain itu, setiap orang dapat memiliki tingkat kolesterol yang berbeda pula meski mengosumsi makanan yang sama. Pada beberapa orang, kadar kolesterol tinggi hanya bisa disebabkan oleh faktor keturunan.Beberapa hasil yang ditunjukkan pada pemeriksaan kadar kolesterol adalah jumlah kolesterol total yang ada dalam tubuh, LDL kolesterol, HDL kolesterol, dan trigliserida. Kolesterol total menunjukkan jumlah kolesterol LDL, kolesterol LDL, trigliserida, dan komponen lipid lainnya. Sedangkan, trigliserida merupakan jumlah lemak dalam darah yang diperoleh dari makanan yang kita makan. Kelebihan kalori, alkohol, dan gula dalam tubuh akan diubah menjadi trigliserida dan disimpan dalam sel lemak di tubuh. Kadar trigliserida yang tinggi dalam tubuh dapat menempatkan kita pada risiko yang tinggi terhadap penyakit jantung.
Standar Kadar Kolesterol Normal untuk Dewasa
- Kadar kolesterol total yang baik dalam darah adalah kurang dari 200 mg/dl, bila kadarnya mencapai 240 mg/dl atau lebih artinya termasuk dalam kategori kadar kolesterol tinggi.
- Kadar LDL kolesterol yang baik dalam darah adalah kurang dari 100 mg/dl, bila kadarnya mencapai 160 mg/dl atau lebih maka akan membahayakan kesehatan tubuh.
- Kadar HDL kolesterol yang baik dalam tubuh adalah 40 mg/dl atau lebih, bila kadarnya kurang dari 40 mg/dl dapat dikatakan rendah.
- Kadar trigliserida yang baik dalam darah adalah kurang dari 150 mg/dl, bila kadarnya mencapai 200 mg/dl atau lebih termasuk dalam kategori kadar kolesterol tinggi.
Standar Kadar Kolesterol Normal untuk Anak
- Kadar kolesterol total yang baik dalam tubuh adalah kurang dari 170 mg/dl, bila mencapai 200 mg/dl atau lebih termasuk dalam kategori tinggi.
- Kadar LDL kolesterol yang baik dalam tubuh adalah kurang dari 110 mg/dl, dan jika kadarnya sudah mencapai 130 mg/dl atau lebih dapat memperburuk kesehatan tubuh, termasuk kategori kadar kolesterol tinggi.
- Kadar HDL kolesterol yang baik dalam darah adalah 45 mg/dl atau lebih, bila kadarnya kurang dari 40 mg/dl maka HDL kolesterol dalam darah dikatakan rendah.
- Kadar trigliserida dalam darah yang baik pada anak adalah kurang dari 75 mg/dl (untuk anak 0-9 tahun) dan kurang dari 90 mg/dl (untuk anak usia 10-19 tahun). Kadar trigliserida dikatakan tinggi bila mencapai 100 mg/dl atau lebih (untuk anak usia 0-9 tahun) dan 130 mg/dl atau lebih (untuk anak usia 10-19 tahun).

Komentar
Posting Komentar